Lihat, Nilai, dan Bertindak Jalan Santa Maria
Melihat
1. Apa Yang Terjadi?
Minggu, 21 September adalah pertama kali saya mengajar di gereja. Tapi…… juga namanya hidup pasti ada aja halangannya ga sihhh? Bukan hidup dong ya namanya kalo ga ada cobaan. Pada minggu atau pertemuan pertama, ada keluarganya Nathan yang meninggal. Sementara Angel , dia jadi panitia di musyawarah pastoral Keuskupan Bandung . Jadi, karena mereka berdua berhalangan, aku ngajar sendiri di pertemuan ini. Sebenarnya sih, malam sebelumnya kita sudah menyelesaikan kesepakatan dikit. Kami sudah sepakat nanti kita mau membuat games “ kalimat berantai ”. Tapi, aku pribadi kurang paham cara main kalimat beratai itu, apalagi aku sendiri di sini. Aku jadi makin ketagihan deh. Jadi pada saat itu, aku sama kaka kaka dan ibu ibu sekolah minggu lain yang ada di sana langsung membuat games baru, secara dadakan pastinya….. Hehehe. Gara gara kejadian ini, aku aga dimarahin sama salah satu ibu guru yang ada di sana guysss….. Tapi tidak apa-apa…. Namanya juga pengalaman, kata orang pengalaman itu guru terbaik kan??
Oke, lebih lanjut… Setelah melalui minggu pertama, kita lanjut ke minggu kedua. Pertemuan yang ini bagian favoritku sih. Karena minggu ini adalah minggu terakhir di bulan September, alias minggu penutupan Bulan Kitab Suci Nasional . Di sini ga ada yang berhalangan. Apalagi pas pulang kita dapat 'sedikit hadiah'. Full personil deh pokoknya. Gimana ga makin seneng coba? Nah berhubung di sini ada Angel yang orang dalam, jadi persiapan di pertemuan ini kebanyakan Angel yang siapin. Tapi tapi tapi, aku sama Nathan tetep bantuin dong ya sebagai anggota kelompok. Setelah semua persiapan selesai, tibalah saatnya kita mulai. Disini kita nyanyi nyanyi, baca kitab suci, pokoknya happy happy deh. Pas sekolah minggu selesai, anak-anak disana bahagia banget. Aku jadi seneng liat mereka bahagia.
Pertemuan kedua selesai, kita cus lanjut ke pertemuan ke tiga….. Kalo boleh jujur, pertemuan yang kali ini aga aga sulit gitu ya guysss…. Soalnya lagi lagi dan lagi, Malaikat berhalangan datang di sini. Waktu itu dia lagi retret buat krisma di Bumi Silih Asih . Jadi, hanya sisa aku berdua sama Nathan. Nah yang bikin aku menginginkan itu bukan pas hari H ngajarnya. Tapi pas nyiapin bahan sama kegiatan kreativitas buat hari H. Kalo mewarnai nanti bosen karena udah sering pas sama Angel. Aku juga sempet kepikiran buat ngajak main games mereka aja, tapi ternyata kata Angel kegiatan kreativitas itu harus ada wujud dan bentuknya. Setelah menempatkan yang cukup panjang, akhirnya aku sama Nathan mutusin membuat bikin gantungan begitu. Jadi si gantungan kunci ini tuh isinya 7 buah roh kudus . Aku sama Nathan minta mereka buat warnain sesuai kreativitas mereka masing-masing. Terus kalo udah, kita kasih mereka tali buat jadi gantungannya. Terus udah deh jadi, mereka seneng banget pas gantungan kunci mereka jadi. Aku sama Nathan berharap gantungan kunci itu jadi kenangan indah buat mereka.
2. Apa yang aku lihat, dengar dan rasakan?
Saya melihat senyum yang keluar dari anak anak ketika kami bernyanyi dan bermain. Awalnya saya grogi, gelisah, merasa canggung dan tidak nyaman. Terutama pada saat minggu pertama, karena itu adalah pengalaman pertama saya. Tapi, di minggu kedua dan ketiga, saya mulai merasa nyaman dan akrab dengan mereka.
3. Apa peranku?
Di minggu pertama, aku mengajak mereka bermain dan bernyanyi. Sebenarnya, hari itu aku mengajak mereka bermain kalimat berati. tapi waktu itu ada beberapa kendala, jadi kalimat beratainya gagal dilaksanakan. Games kalimat erantai itu akhirnya harus aku ganti dadakan menjadi tepukan bertempo dan menyanyikan lagu 'chiki chaka. Di minggu kedua, saya mengajak dan membantu mereka memuat pohon "Aksi Nyata BKSN". Mereka terlihat sangat antusias saat menempelkan gambar perbuatannya pada gambar pohon. Yang terakhir, pada minggu ketiga. aku mengajari dan mengajak mereka membuat gantungan kunci yang berisi 7 buah roh kudus.
Hakim
A. Refleksi “Lihat” dan Nilai Nilai Bunda Maria
1. Rendah Hati
Saat melaksanakan Saint Mary Way, saya belajar untuk melayani Tuhan dan sesama dengan tulus dan pamrih. Aku belajar untuk tidak sombong dengan hal baik yang aku perbuat, atau pencapaianku. Ketika bertugas, aku sama sekali tidak mengharapkan ketidakseimbangan ataupun pujian. Aku juga merasa sangat senang bisa melayani Tuhan dan sesamaku meskipun tidak mendapatkan ketidakseimbangan maupun pujian.
2. Setia
Pengalaman Saint Mary Way ini semakin memperkuat komitmenku kepada Gereja dan imanku sendiri untuk melayani, keinginan untuk melakukan pelayanan di dalam diriku semakin kuat. aku bertekad dan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu berusaha melayani sesama dan Tuhan semampu yang aku bisa. Saya merasa sangat terpanggil untuk semakin Giat melayani, meskipun sekarang saya belum bisa dan mampu melakukannya.
3. Melakukan Kehendak Allah
Saya merasa bahwa kegiatan pelayanan ini adalah wujud dari kasihku kepada Tuhan dan sesama. Menurutku, Tuhan memberikan tugas pelayanan ini kepadaku supaya aku mulai tergerak untuk melayani di gereja.
B.Kutipan Ayat Alkitab/Kitab Suci
Rendah Hati: Filipi 2:3 "Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." Ayat ini menekankan pentingnya kerendahan hati dalam melayani, tidak mencari pujian, dan menganggap orang lain lebih utama.
Setia: Wahyu 2:10 "Jangan takut terhadap apa yang harus kamu derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu mencobai. Dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah kamu setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." Ayat ini mendorong kita untuk tetap setia dalam pelayanan, bahkan dalam menghadapi kesulitan.
Melakukan Kehendak Allah: Matius 7:21 "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Ayat ini mengingatkan bahwa yang terpenting adalah melakukan kehendak Allah dalam tindakan nyata, bukan hanya kata-kata.
Kasih kepada Sesama: Matius 22:39 "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Ayat ini mendasari pelayanan sebagai wujud kasih kepada sesama, sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan.
Panggilan untuk Melayani: 1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." Ayat ini menegaskan bahwa setiap orang memiliki karunia untuk melayani, dan kita dipanggil untuk menggunakan karunia itu untuk melayani satu sama lain.
Tindakan
A. Komitmenku
1. Refleksi ini akan membuat saya menjadi lebih rajin dan giat dalam melayani Tuhan dan sesama, baik itu di Gereja maupun di kehidupan bermasyarakat
2. Rencana Konkretku
Terus mengajar sekolah minggu
Menjadi putri altar
bergabung dengan OMK



