Showing posts with label ASAS. Show all posts
Showing posts with label ASAS. Show all posts

Sunday, November 30, 2025

Senyum Mereka Mengajarkanku Arti Melayani







Lihat, Nilai, dan Bertindak Jalan Santa Maria


Melihat

1. Apa Yang Terjadi?

Minggu, 21 September adalah pertama kali saya mengajar di gereja. Tapi…… juga namanya hidup pasti ada aja halangannya ga sihhh? Bukan hidup dong ya namanya kalo ga ada cobaan. Pada minggu atau pertemuan pertama, ada keluarganya Nathan yang meninggal. Sementara Angel , dia jadi panitia di musyawarah pastoral Keuskupan Bandung . Jadi, karena mereka berdua berhalangan, aku ngajar sendiri di pertemuan ini. Sebenarnya sih, malam sebelumnya kita sudah menyelesaikan kesepakatan dikit. Kami sudah sepakat nanti kita mau membuat games “ kalimat berantai ”. Tapi, aku pribadi kurang paham cara main kalimat beratai itu, apalagi aku sendiri di sini. Aku jadi makin ketagihan deh. Jadi pada saat itu, aku sama kaka kaka dan ibu ibu sekolah minggu lain yang ada di sana langsung membuat games baru, secara dadakan pastinya….. Hehehe. Gara gara kejadian ini, aku aga dimarahin sama salah satu ibu guru yang ada di sana guysss….. Tapi tidak apa-apa…. Namanya juga pengalaman, kata orang pengalaman itu guru terbaik kan??



Oke, lebih lanjut… Setelah melalui minggu pertama, kita lanjut ke minggu kedua. Pertemuan yang ini bagian favoritku sih. Karena minggu ini adalah minggu terakhir di bulan September, alias minggu penutupan Bulan Kitab Suci Nasional . Di sini ga ada yang berhalangan. Apalagi pas pulang kita dapat 'sedikit hadiah'. Full personil deh pokoknya. Gimana ga makin seneng coba? Nah berhubung di sini ada Angel yang orang dalam, jadi persiapan di pertemuan ini kebanyakan Angel yang siapin. Tapi tapi tapi, aku sama Nathan tetep bantuin dong ya sebagai anggota kelompok. Setelah semua persiapan selesai, tibalah saatnya kita mulai. Disini kita nyanyi nyanyi, baca kitab suci, pokoknya happy happy deh. Pas sekolah minggu selesai, anak-anak disana bahagia banget. Aku jadi seneng liat mereka bahagia. 

Pertemuan kedua selesai, kita cus lanjut ke pertemuan ke tiga….. Kalo boleh jujur, pertemuan yang kali ini aga aga sulit gitu ya guysss…. Soalnya lagi lagi dan lagi, Malaikat berhalangan datang di sini. Waktu itu dia lagi retret buat krisma di Bumi Silih Asih . Jadi, hanya sisa aku berdua sama Nathan. Nah yang bikin aku menginginkan itu bukan pas hari H ngajarnya. Tapi pas nyiapin bahan sama kegiatan kreativitas buat hari H. Kalo mewarnai nanti bosen karena udah sering pas sama Angel. Aku juga sempet kepikiran buat ngajak main games mereka aja, tapi ternyata kata Angel kegiatan kreativitas itu harus ada wujud dan bentuknya. Setelah menempatkan yang cukup panjang, akhirnya aku sama Nathan mutusin membuat bikin gantungan begitu. Jadi si gantungan kunci ini tuh isinya 7 buah roh kudus . Aku sama Nathan minta mereka buat warnain sesuai kreativitas mereka masing-masing. Terus kalo udah, kita kasih mereka tali buat jadi gantungannya. Terus udah deh jadi, mereka seneng banget pas gantungan kunci mereka jadi. Aku sama Nathan berharap gantungan kunci itu jadi kenangan indah buat mereka.

 

 2. Apa yang aku lihat, dengar dan rasakan?

Saya melihat senyum yang keluar dari anak anak ketika kami bernyanyi dan bermain. Awalnya saya grogi, gelisah, merasa canggung dan tidak nyaman. Terutama pada saat minggu pertama, karena itu adalah pengalaman pertama saya. Tapi, di minggu kedua dan ketiga, saya mulai merasa nyaman dan akrab dengan mereka. 


3. Apa peranku?

Di minggu pertama, aku mengajak mereka bermain dan bernyanyi. Sebenarnya, hari itu aku mengajak mereka bermain kalimat berati. tapi waktu itu ada beberapa kendala, jadi kalimat beratainya gagal dilaksanakan. Games kalimat erantai itu akhirnya harus aku ganti dadakan menjadi tepukan bertempo dan menyanyikan lagu 'chiki chaka. Di minggu kedua, saya mengajak dan membantu mereka memuat pohon "Aksi Nyata BKSN". Mereka terlihat sangat antusias saat menempelkan gambar perbuatannya pada gambar pohon. Yang terakhir, pada minggu ketiga. aku mengajari dan mengajak mereka membuat gantungan kunci yang berisi 7 buah roh kudus. 






 



Hakim

A. Refleksi “Lihat” dan Nilai Nilai Bunda Maria

1. Rendah Hati

Saat melaksanakan Saint Mary Way, saya belajar untuk melayani Tuhan dan sesama dengan tulus dan pamrih. Aku belajar untuk tidak sombong dengan hal baik yang aku perbuat, atau pencapaianku. Ketika bertugas, aku sama sekali tidak mengharapkan ketidakseimbangan ataupun pujian. Aku juga merasa sangat senang bisa melayani Tuhan dan sesamaku meskipun tidak mendapatkan ketidakseimbangan maupun pujian.

 

2. Setia

Pengalaman Saint Mary Way ini semakin memperkuat komitmenku kepada Gereja dan imanku sendiri untuk melayani, keinginan untuk melakukan pelayanan di dalam diriku semakin kuat. aku bertekad dan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu berusaha melayani sesama dan Tuhan semampu yang aku bisa. Saya merasa sangat terpanggil untuk semakin Giat melayani, meskipun sekarang saya belum bisa dan mampu melakukannya.




3. Melakukan Kehendak Allah

Saya merasa bahwa kegiatan pelayanan ini adalah wujud dari kasihku kepada Tuhan dan sesama. Menurutku, Tuhan memberikan tugas pelayanan ini kepadaku supaya aku mulai tergerak untuk melayani di gereja. 

 

B.Kutipan Ayat Alkitab/Kitab Suci

  1. Rendah Hati: Filipi 2:3 "Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." Ayat ini menekankan pentingnya kerendahan hati dalam melayani, tidak mencari pujian, dan menganggap orang lain lebih utama.

  2. Setia: Wahyu 2:10 "Jangan takut terhadap apa yang harus kamu derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu mencobai. Dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah kamu setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." Ayat ini mendorong kita untuk tetap setia dalam pelayanan, bahkan dalam menghadapi kesulitan.

  3. Melakukan Kehendak Allah: Matius 7:21 "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Ayat ini mengingatkan bahwa yang terpenting adalah melakukan kehendak Allah dalam tindakan nyata, bukan hanya kata-kata.

  4. Kasih kepada Sesama: Matius 22:39 "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Ayat ini mendasari pelayanan sebagai wujud kasih kepada sesama, sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan.

  5. Panggilan untuk Melayani: 1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." Ayat ini menegaskan bahwa setiap orang memiliki karunia untuk melayani, dan kita dipanggil untuk menggunakan karunia itu untuk melayani satu sama lain.








Tindakan

A. Komitmenku

1. Refleksi ini akan membuat saya menjadi lebih rajin dan giat dalam melayani Tuhan dan sesama, baik itu di Gereja maupun di kehidupan bermasyarakat


2. Rencana Konkretku


  • Terus mengajar sekolah minggu

  • Menjadi putri altar

  • bergabung dengan OMK




Link:
Bagas (5)









 

Thursday, November 20, 2025

My Saint Mary Way Experience (English Version)


























Hi Friends!


How are you guys? Hope you’re all healthy! I want to share a story with you, so listen up! Oops, sorry, I mean read! Since I’m telling this story in writing, haha! So, some time ago, I participated in an activity called Saint Mary Way, or SMW for short. Saint Mary Way is a program organized by the school to teach us to emulate the values of Mother Mary: Love, Joy, Peace, Prosperity, Patience, Generosity, Kindness, Faithfulness, Gentleness, and Self-Control.


I carried out this Saint Mary Way program from September to mid-October. In this activity, I learned to create proposals, reports, coordinate, and serve God. After the program started, it turned out to be really fun! I made new friends, and the atmosphere was exciting because there were many little kids. A lot of them asked me to play with them because I was assigned to teach BIA (Children's Faith Guidance). The kids there were very young, some were even toddlers.


Honestly, I was really tired while working on this project. Many of the kids were fussy, and I was overwhelmed taking care of them. But I was also very happy because they were all so cute. All that tiredness was worth it when I saw them smile and laugh widely. I’m happy when they’re happy. Even though it was tiring, I still want to teach there. Because the Sunday school teachers and the other adults who were teaching there before me were also very kind to me and Nathan (my SMW groupmate).

SO, HOW WAS IT, GUYS? Interesting, right? Of course, it is… look who’s writing! I’ll tell you the full story below! Happy reading!


So guys, before going directly into the field, we definitely made a plan as a group, right? I, Nathan, and Angel created a proposal together. After the proposal was finished, we submitted it to the principal. Even then, we couldn't immediately teach, we had to wait for the letter to be approved by the principal first. And then… it didn't end there, we had to ask permission from the church. Here, we asked Angel for help as an intermediary because she had been teaching there before.





After all the permit matters were settled, I, Angel, and Nathan started teaching at the church. But, but, but… life always has obstacles, right? It wouldn't be life if there were no trials. In the first week/meeting, Nathan's family had a bereavement. Meanwhile, Angel was a committee member in the pastoral meeting of the Bandung Diocese. So, because they were both unable to attend, I taught alone in this meeting. Actually, the night before, the three of us had coordinated a bit. We had agreed that we would create a "chain sentence" game. But, I personally didn't really understand how to play the chain sentence game, especially since I was alone here. I became even more overwhelmed. So at that time, the other Sunday school teachers and I immediately created a new game, impromptu of course! Hehehe. Because of this incident, I was scolded a bit by one of the teachers there, guys… But it’s okay… It’s all part of the experience, people say experience is the best teacher, right?




Okay, let's continue… After going through the first week, we continued to the second week. This meeting was my favorite part. Because this week was the last week of September, aka the closing week of the National Bible Month. No one was absent here. Especially when we got ‘a little gift’ when we went home. Full personnel! How could I not be even happier? Since Angel is an insider here, most of the preparations for this meeting were prepared by Angel. But of course, Nathan and I still helped as group members. After all the preparations were complete, the time came for us to start. Here we sang, read the Bible, just happy, happy. When Sunday school was over, the kids there were very happy. I was happy to see them happy.



Okay, let's continue… After going through the first week, we continued to the second week. This meeting was my favorite part. Because this week was the last week of September, aka the closing week of the National Bible Month. No one was absent here. Especially when we got ‘a little gift’ when we went home. Full personnel! How could I not be even happier? Since Angel is an insider here, most of the preparations for this meeting were prepared by Angel. But of course, Nathan and I still helped as group members. After all the preparations were complete, the time came for us to start. Here we sang, read the Bible, just happy, happy. When Sunday school was over, the kids there were very happy. I was happy to see them happy.



The second meeting was over, we immediately continued to the third meeting… Honestly, this meeting was a bit difficult, guys… Because again and again, Angel was unable to attend here. At that time, she was on retreat for confirmation at Bumi Silih Asih. So, it was just Nathan and me left. What made me overwhelmed was not when I was teaching on the day, but when I was preparing the materials and creativity activities for the day. If we just did coloring, they would get bored because they were used to it with Angel. I also thought about inviting them to play games, but Angel said that the creativity activity had to have a form and shape. After a long debate, Nathan and I finally decided to make a keychain. So this keychain contains 7 gifts of the holy spirit. Nathan and I asked them to color it according to their respective creativity. Then, when they were done, we gave them a rope to make the hanger. And then it was done! They were very happy when their keychains were finished. Nathan and I hoped that the keychain would be a beautiful memory for them.


After these three meetings were over, our struggle wasn't over yet, of course … we still had to make reports, practice presentations, and finally the presentation day. We started by making reports. Here, I, Angel, and Nathan worked together to compile the PPT, starting from the opening, content, to the closing. After the report became a complete PPT, all the students practiced presenting in the hall. Here, the three of us divided the tasks for the presentation. After the tasks were divided equally, and we had a clean presentation rehearsal, the day finally came when we had to present in front of the parents. That day, I was very nervous. Especially when my parents asked questions and gave reactions that made me even more nervous. Honestly, during the presentation, I was already trembling and wanted to cry on stage. But, I tried to control myself so that my voice could remain stable, and my eyes wouldn't be red and watery.


Emmmm… I think I've told a very long story, haven't I? Okay then, I'll just close this story. From this SMW experience, I learned so much. I'm very happy because I was able to get the opportunity to teach in Sunday school, meet cute little siblings, make new friends who are kind, and many more… Honestly, I want to go there again. But lately I've been busy, so I can't go there…

Okay, the story is getting too long, guys. Thank you for reading my story! Bye bye… See you next time guys!!!



Link:







Jaringan Komputer dan Internet: Fondasi Dunia Digital Kita

Eh, temen-temen, lo pernah nggak mikir gimana sih hidup kita sekarang ini tanpa jaringan komputer dan internet? Gue bangun pagi, langsung bu...