Sunday, November 30, 2025

Senyum Mereka Mengajarkanku Arti Melayani







Lihat, Nilai, dan Bertindak Jalan Santa Maria


Melihat

1. Apa Yang Terjadi?

Minggu, 21 September adalah pertama kali saya mengajar di gereja. Tapi…… juga namanya hidup pasti ada aja halangannya ga sihhh? Bukan hidup dong ya namanya kalo ga ada cobaan. Pada minggu atau pertemuan pertama, ada keluarganya Nathan yang meninggal. Sementara Angel , dia jadi panitia di musyawarah pastoral Keuskupan Bandung . Jadi, karena mereka berdua berhalangan, aku ngajar sendiri di pertemuan ini. Sebenarnya sih, malam sebelumnya kita sudah menyelesaikan kesepakatan dikit. Kami sudah sepakat nanti kita mau membuat games “ kalimat berantai ”. Tapi, aku pribadi kurang paham cara main kalimat beratai itu, apalagi aku sendiri di sini. Aku jadi makin ketagihan deh. Jadi pada saat itu, aku sama kaka kaka dan ibu ibu sekolah minggu lain yang ada di sana langsung membuat games baru, secara dadakan pastinya….. Hehehe. Gara gara kejadian ini, aku aga dimarahin sama salah satu ibu guru yang ada di sana guysss….. Tapi tidak apa-apa…. Namanya juga pengalaman, kata orang pengalaman itu guru terbaik kan??



Oke, lebih lanjut… Setelah melalui minggu pertama, kita lanjut ke minggu kedua. Pertemuan yang ini bagian favoritku sih. Karena minggu ini adalah minggu terakhir di bulan September, alias minggu penutupan Bulan Kitab Suci Nasional . Di sini ga ada yang berhalangan. Apalagi pas pulang kita dapat 'sedikit hadiah'. Full personil deh pokoknya. Gimana ga makin seneng coba? Nah berhubung di sini ada Angel yang orang dalam, jadi persiapan di pertemuan ini kebanyakan Angel yang siapin. Tapi tapi tapi, aku sama Nathan tetep bantuin dong ya sebagai anggota kelompok. Setelah semua persiapan selesai, tibalah saatnya kita mulai. Disini kita nyanyi nyanyi, baca kitab suci, pokoknya happy happy deh. Pas sekolah minggu selesai, anak-anak disana bahagia banget. Aku jadi seneng liat mereka bahagia. 

Pertemuan kedua selesai, kita cus lanjut ke pertemuan ke tiga….. Kalo boleh jujur, pertemuan yang kali ini aga aga sulit gitu ya guysss…. Soalnya lagi lagi dan lagi, Malaikat berhalangan datang di sini. Waktu itu dia lagi retret buat krisma di Bumi Silih Asih . Jadi, hanya sisa aku berdua sama Nathan. Nah yang bikin aku menginginkan itu bukan pas hari H ngajarnya. Tapi pas nyiapin bahan sama kegiatan kreativitas buat hari H. Kalo mewarnai nanti bosen karena udah sering pas sama Angel. Aku juga sempet kepikiran buat ngajak main games mereka aja, tapi ternyata kata Angel kegiatan kreativitas itu harus ada wujud dan bentuknya. Setelah menempatkan yang cukup panjang, akhirnya aku sama Nathan mutusin membuat bikin gantungan begitu. Jadi si gantungan kunci ini tuh isinya 7 buah roh kudus . Aku sama Nathan minta mereka buat warnain sesuai kreativitas mereka masing-masing. Terus kalo udah, kita kasih mereka tali buat jadi gantungannya. Terus udah deh jadi, mereka seneng banget pas gantungan kunci mereka jadi. Aku sama Nathan berharap gantungan kunci itu jadi kenangan indah buat mereka.

 

 2. Apa yang aku lihat, dengar dan rasakan?

Saya melihat senyum yang keluar dari anak anak ketika kami bernyanyi dan bermain. Awalnya saya grogi, gelisah, merasa canggung dan tidak nyaman. Terutama pada saat minggu pertama, karena itu adalah pengalaman pertama saya. Tapi, di minggu kedua dan ketiga, saya mulai merasa nyaman dan akrab dengan mereka. 


3. Apa peranku?

Di minggu pertama, aku mengajak mereka bermain dan bernyanyi. Sebenarnya, hari itu aku mengajak mereka bermain kalimat berati. tapi waktu itu ada beberapa kendala, jadi kalimat beratainya gagal dilaksanakan. Games kalimat erantai itu akhirnya harus aku ganti dadakan menjadi tepukan bertempo dan menyanyikan lagu 'chiki chaka. Di minggu kedua, saya mengajak dan membantu mereka memuat pohon "Aksi Nyata BKSN". Mereka terlihat sangat antusias saat menempelkan gambar perbuatannya pada gambar pohon. Yang terakhir, pada minggu ketiga. aku mengajari dan mengajak mereka membuat gantungan kunci yang berisi 7 buah roh kudus. 






 



Hakim

A. Refleksi “Lihat” dan Nilai Nilai Bunda Maria

1. Rendah Hati

Saat melaksanakan Saint Mary Way, saya belajar untuk melayani Tuhan dan sesama dengan tulus dan pamrih. Aku belajar untuk tidak sombong dengan hal baik yang aku perbuat, atau pencapaianku. Ketika bertugas, aku sama sekali tidak mengharapkan ketidakseimbangan ataupun pujian. Aku juga merasa sangat senang bisa melayani Tuhan dan sesamaku meskipun tidak mendapatkan ketidakseimbangan maupun pujian.

 

2. Setia

Pengalaman Saint Mary Way ini semakin memperkuat komitmenku kepada Gereja dan imanku sendiri untuk melayani, keinginan untuk melakukan pelayanan di dalam diriku semakin kuat. aku bertekad dan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu berusaha melayani sesama dan Tuhan semampu yang aku bisa. Saya merasa sangat terpanggil untuk semakin Giat melayani, meskipun sekarang saya belum bisa dan mampu melakukannya.




3. Melakukan Kehendak Allah

Saya merasa bahwa kegiatan pelayanan ini adalah wujud dari kasihku kepada Tuhan dan sesama. Menurutku, Tuhan memberikan tugas pelayanan ini kepadaku supaya aku mulai tergerak untuk melayani di gereja. 

 

B.Kutipan Ayat Alkitab/Kitab Suci

  1. Rendah Hati: Filipi 2:3 "Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." Ayat ini menekankan pentingnya kerendahan hati dalam melayani, tidak mencari pujian, dan menganggap orang lain lebih utama.

  2. Setia: Wahyu 2:10 "Jangan takut terhadap apa yang harus kamu derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu mencobai. Dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah kamu setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." Ayat ini mendorong kita untuk tetap setia dalam pelayanan, bahkan dalam menghadapi kesulitan.

  3. Melakukan Kehendak Allah: Matius 7:21 "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Ayat ini mengingatkan bahwa yang terpenting adalah melakukan kehendak Allah dalam tindakan nyata, bukan hanya kata-kata.

  4. Kasih kepada Sesama: Matius 22:39 "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Ayat ini mendasari pelayanan sebagai wujud kasih kepada sesama, sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan.

  5. Panggilan untuk Melayani: 1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." Ayat ini menegaskan bahwa setiap orang memiliki karunia untuk melayani, dan kita dipanggil untuk menggunakan karunia itu untuk melayani satu sama lain.








Tindakan

A. Komitmenku

1. Refleksi ini akan membuat saya menjadi lebih rajin dan giat dalam melayani Tuhan dan sesama, baik itu di Gereja maupun di kehidupan bermasyarakat


2. Rencana Konkretku


  • Terus mengajar sekolah minggu

  • Menjadi putri altar

  • bergabung dengan OMK




Link:
Bagas (5)









 

Thursday, November 20, 2025

My Saint Mary Way Experience (English Version)


























Hi Friends!


How are you guys? Hope you’re all healthy! I want to share a story with you, so listen up! Oops, sorry, I mean read! Since I’m telling this story in writing, haha! So, some time ago, I participated in an activity called Saint Mary Way, or SMW for short. Saint Mary Way is a program organized by the school to teach us to emulate the values of Mother Mary: Love, Joy, Peace, Prosperity, Patience, Generosity, Kindness, Faithfulness, Gentleness, and Self-Control.


I carried out this Saint Mary Way program from September to mid-October. In this activity, I learned to create proposals, reports, coordinate, and serve God. After the program started, it turned out to be really fun! I made new friends, and the atmosphere was exciting because there were many little kids. A lot of them asked me to play with them because I was assigned to teach BIA (Children's Faith Guidance). The kids there were very young, some were even toddlers.


Honestly, I was really tired while working on this project. Many of the kids were fussy, and I was overwhelmed taking care of them. But I was also very happy because they were all so cute. All that tiredness was worth it when I saw them smile and laugh widely. I’m happy when they’re happy. Even though it was tiring, I still want to teach there. Because the Sunday school teachers and the other adults who were teaching there before me were also very kind to me and Nathan (my SMW groupmate).

SO, HOW WAS IT, GUYS? Interesting, right? Of course, it is… look who’s writing! I’ll tell you the full story below! Happy reading!


So guys, before going directly into the field, we definitely made a plan as a group, right? I, Nathan, and Angel created a proposal together. After the proposal was finished, we submitted it to the principal. Even then, we couldn't immediately teach, we had to wait for the letter to be approved by the principal first. And then… it didn't end there, we had to ask permission from the church. Here, we asked Angel for help as an intermediary because she had been teaching there before.





After all the permit matters were settled, I, Angel, and Nathan started teaching at the church. But, but, but… life always has obstacles, right? It wouldn't be life if there were no trials. In the first week/meeting, Nathan's family had a bereavement. Meanwhile, Angel was a committee member in the pastoral meeting of the Bandung Diocese. So, because they were both unable to attend, I taught alone in this meeting. Actually, the night before, the three of us had coordinated a bit. We had agreed that we would create a "chain sentence" game. But, I personally didn't really understand how to play the chain sentence game, especially since I was alone here. I became even more overwhelmed. So at that time, the other Sunday school teachers and I immediately created a new game, impromptu of course! Hehehe. Because of this incident, I was scolded a bit by one of the teachers there, guys… But it’s okay… It’s all part of the experience, people say experience is the best teacher, right?




Okay, let's continue… After going through the first week, we continued to the second week. This meeting was my favorite part. Because this week was the last week of September, aka the closing week of the National Bible Month. No one was absent here. Especially when we got ‘a little gift’ when we went home. Full personnel! How could I not be even happier? Since Angel is an insider here, most of the preparations for this meeting were prepared by Angel. But of course, Nathan and I still helped as group members. After all the preparations were complete, the time came for us to start. Here we sang, read the Bible, just happy, happy. When Sunday school was over, the kids there were very happy. I was happy to see them happy.



Okay, let's continue… After going through the first week, we continued to the second week. This meeting was my favorite part. Because this week was the last week of September, aka the closing week of the National Bible Month. No one was absent here. Especially when we got ‘a little gift’ when we went home. Full personnel! How could I not be even happier? Since Angel is an insider here, most of the preparations for this meeting were prepared by Angel. But of course, Nathan and I still helped as group members. After all the preparations were complete, the time came for us to start. Here we sang, read the Bible, just happy, happy. When Sunday school was over, the kids there were very happy. I was happy to see them happy.



The second meeting was over, we immediately continued to the third meeting… Honestly, this meeting was a bit difficult, guys… Because again and again, Angel was unable to attend here. At that time, she was on retreat for confirmation at Bumi Silih Asih. So, it was just Nathan and me left. What made me overwhelmed was not when I was teaching on the day, but when I was preparing the materials and creativity activities for the day. If we just did coloring, they would get bored because they were used to it with Angel. I also thought about inviting them to play games, but Angel said that the creativity activity had to have a form and shape. After a long debate, Nathan and I finally decided to make a keychain. So this keychain contains 7 gifts of the holy spirit. Nathan and I asked them to color it according to their respective creativity. Then, when they were done, we gave them a rope to make the hanger. And then it was done! They were very happy when their keychains were finished. Nathan and I hoped that the keychain would be a beautiful memory for them.


After these three meetings were over, our struggle wasn't over yet, of course … we still had to make reports, practice presentations, and finally the presentation day. We started by making reports. Here, I, Angel, and Nathan worked together to compile the PPT, starting from the opening, content, to the closing. After the report became a complete PPT, all the students practiced presenting in the hall. Here, the three of us divided the tasks for the presentation. After the tasks were divided equally, and we had a clean presentation rehearsal, the day finally came when we had to present in front of the parents. That day, I was very nervous. Especially when my parents asked questions and gave reactions that made me even more nervous. Honestly, during the presentation, I was already trembling and wanted to cry on stage. But, I tried to control myself so that my voice could remain stable, and my eyes wouldn't be red and watery.


Emmmm… I think I've told a very long story, haven't I? Okay then, I'll just close this story. From this SMW experience, I learned so much. I'm very happy because I was able to get the opportunity to teach in Sunday school, meet cute little siblings, make new friends who are kind, and many more… Honestly, I want to go there again. But lately I've been busy, so I can't go there…

Okay, the story is getting too long, guys. Thank you for reading my story! Bye bye… See you next time guys!!!



Link:







Thursday, October 23, 2025

Ngertiin Sistem Komputer: Bagian-bagiannya, Cara Kerjanya, dan Fungsinya Sehari-hari

Eh, siapa sih sekarang yang nggak kenal komputer atau gadget ? Di era digital kayak gini, komputer tuh udah kayak sohib banget, dari mulai sekolah online , WFH, main game , sampai ngobrol sama temen di mancanegara. Tapi, pernah kepikiran nggak sih, sebenernya komputer itu apa? Bagaimana cara kerjanya? Terus, bagian-bagiannya apa aja yang bikin dia sekeren ini? Nah, di sini kita ngobrol santai soal itu semua, mulai dari yang paling dasar, bagian-bagian utama, tipe-tipenya, sampai manfaatnya yang membuat hidup kita lebih mudah.


Apa Sih Sistem Komputer Itu?

Gampangnya gini, sistem komputer itu kayak tim yang solid, ada perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan kita sebagai pengguna (yang sering disebut brainware ). Mereka semua kerjasama membuat ngolah data menjadi info yang berguna. Coba bayangkan, pas kamu lagi ngetik tugas atau lihat-lihat sosmed, itu semua berkat sistem ini yang ngatur.


Contohnya, kamu lagi edit foto di HP—hardware-nya ya HP itu sendiri, software -nya aplikasi edit foto, dan kamulah brainware yang ngasih perintah. Kalo salah satu nggak ada, komputer ya cuma jadi barang rongsokan!



Komponen Utama Sistem Komputer

Komputer nggak bisa jalan sendiri; dia membutuhkan bagian-bagian penting yang saling membantu. Ibarat tubuh manusia yang mempunyai organ masing-masing. Yuk, kita obrolin satu per satu, biar makin paham.



1. Perangkat Keras (Hardware)

Ini bagian yang bisa kamu pegang dan lihat langsung, kayak badan komputernya. Tanpa perangkat keras, komputer tidak ada artinya. Beberapa yang penting

CPU (Central Processing Unit): Ini otaknya komputer. Dia yang mikir dan ngelakuin perintah, contohnya ngitung angka atau edit video. Kalo CPU-nya lambat, komputer kamu bisa ngeselin banget lemotnya!

Memori (RAM dan ROM): RAM itu kayak ingatan jangka pendek, tempat nyimpen data sementara pas kamu lagi buka aplikasi. Kalo ROM, isinya perintah permanen yang nggak bisa diubah, kayak pas komputer baru dinyalain. Anggap aja RAM itu meja kerja sementara, kalo ROM itu buku catatan yang nggak bisa dihapus.

Alat Penyimpanan: Ini tempat menyimpan semua file kamu, seperti hard disk, SSD, atau flash drive. Kalau kamu nyimpen foto liburan, ya di sini nih tempatnya biar gak ilang.

Alat Masukan (Input): Alat untuk masukin data, seperti keyboard untuk ngetik, mouse untuk ngeklik, atau scanner untuk nge-scan dokumen. Kayak pas kamu lagi chatting, keyboard yang membantu kamu mengirim pesan.

Alat Keluaran (Output): Ini yang nampilin hasilnya, kayak monitor buat ngeliat layar, printer buat nge-print, atau speaker buat denger suara. Kalo nggak ada ini, ya nggak bisa nonton film atau dengerin musik dong.

Motherboard: Ini kayak jantungnya yang nyambungin semua hardware. Dia yang bikin semuanya bisa kerja barengan.



2. Perangkat Lunak (Software)

Kalo hardware itu badannya, software itu kayak jiwa yang ngaasih tau hardware apa yang harus dilakuin. Tanpa software, komputer ya hanya mesin tidak berguna. Ada dua jenis utama:

Sistem Operasi (Sistem Operasi): Ini seperti manajer yang mengatur semuanya, misalnya Windows, macOS, atau Linux. Dia yang membuat kamu bisa membuka aplikasi, mengambil file, dan nyaman menggunakan komputer.

Aplikasi: Program khusus untuk ngerjain sesuatu, kayak Word buat ngetik, Chrome buat browsing, atau game kayak Mobile Legends. Intinya, ini membuat komputer jadi seru dan bermanfaat!



3. Brainware (Pengguna)

Ini ya kita-kita ini! Kamu, aku, atau siapa aja yang pake komputer. Kita yang ngasih perintah, ngatur, dan ngerawat komputer biar lancar jaya. Mulai dari anak sekolahan yang belajar *online*, hingga programmer yang membuat aplikasi baru. Tanpa brainware, komputer cuma jadi pajangan doang.

Gimana Sih Sistem Komputer Itu Kerjanya?

Proses kerjanya sederhana tapi cepat banget, kayak siklus yang terus berulang yang disebut ambil-terjemahin-jalanin. Contohnya kayak langkah-langkah pas kamu masak:

Ambil (Fetch): CPU mengambil perintah dari memori, misalnya pas kamu mengklik ikon aplikasi.

Terjemahin (Decode): CPU nerjemahin perintah itu biar dia ngerti.

Jalanin (Execute): Terakhir, CPU ngejalanin perintah itu, kayak ngebuka aplikasi atau ngitung sesuatu.

Proses ini kejadiannya super kilat, ribuan kali per detik, pas komputer kamu menyala. Bayangin aja, pas kamu main *game*, ini yang membuat karakter kamu bergerak dengan mulus!



Jenis-Jenis Sistem Komputer


Nggak semua komputer itu sama; ada yang gede buat kerjaan berat, ada yang kecil buat dipake sehari-hari. Semua sesuaiin sama kebutuhan:

Superkomputer: Membuat tugas yang rumit banget, kayak riset cuaca atau simulasi ilmiah. Biasanya dipake sama ilmuwan, bukan untuk kita sehari-hari.

Mainframe: Biasanya dipake perusahaan gede buat ngurus data yang banyak, kayak bank yang ngatur transaksi.

Komputer Pribadi (PC): Yang paling sering kita temuin, kayak desktop di rumah buat kerja atau main.

Laptop: Versi ringkesnya PC, mudah dibawa kemana-mana, cocok untuk pelajar atau pekerja yang sering pindah-pindah.

Tablet dan Smartphone: Komputer mini yang super praktis, kayak HP kamu yang bisa buat macem-macem, dari chatting hingga edit video.


Fungsi Sistem Komputer

Komputer mempunyai banyak sekali kegunaan yang membuat hidup kita lebih mudah. Beberapa fungsi utamanya:

Ngolah Data: Ngubah data yang masih mentah jadi info yang berguna, kayak pas kamu pake Excel buat ngitung budget.

Nyimpen Data: Nyimpen file dengan aman dan rapi, sehingga kamu tidak kehilangan foto atau dokumen penting.

Komunikasi: Bantu kamu nyambung sama orang lain lewat internet, kayak video call atau sosmed.

Otomatisasi: Bikin kerja lebih cepat pake program otomatis, contohnya robot vakum yang membersihkanin rumah sendiri.

Multimedia: Ngatur gambar, suara, dan video, kayak pas kamu edit video TikTok.


Peran Sistem Komputer di Kehidupan Sekarang


Komputer sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita, dan membuat banyak hal menjadi lebih simpel. Contohnya:


Pendidikan: Bantu belajar lewat e-learning atau nyari info dengan cepat, kayak pas kamu nyari materi pelajaran di Google.

Bisnis: Bikin mudah jual-beli online, ngatur data, atau nganalisa pasar, kayak toko online yang pake komputer buat transaksi.

Kesehatan: Bantu dokter membuat diagnosa atau nyimpen rekam medis, kayak aplikasi yang minum obat.

Hiburan: Kasih akses ke game, streaming film, atau musik, seperti Netflix yang bikin malem jadi lebih seru.

Komunikasi: Nyambungin kita sama dunia luar, lewat WhatsApp atau Zoom, biar bisa ngobrol sama keluarga yang tinggal jauh.


Kesimpulan

Jadi, sistem komputer itu kayak tim super yang terdiri dari hardware, software, dan kita sebagai pengguna, yang kerjasamanya membuat mengolah data menjadi sesuatu yang berguna. Dengan ngertiin ini, kamu bisa lebih ngehargain teknologi yang kita pake tiap hari dan manfaatin dia dengan lebih baik. Siapa tahu, ini bisa membuat kamu jadi lebih kreatif, kayak bikin aplikasi sendiri atau ngatur *gadget* dengan lebih banyak pinter. Yuk, manfaatin komputer sebaik-baiknya!


Wednesday, October 8, 2025

JALAN JALAN YUKKKKKK!!!!

HAII GAAAAAISSSSSSSS!!!! 
Kemarin, sekolah aku ngadain study tour ke Batik Komar sama Pakarangan Ulin. Aku bikin vlog bareng sama temen temen aku loh kemarin! DISANA SERUUU BANGETTT!!!! KALIAN HARUS BANGET SIH LIAT VLOGNYAAA!!!! 

 

 




GIMANA GIMAANA????????? SERUUU BANGET KAN OUTING KITAAAAA? IYALAHHH, SANMAR GITULOHHHH


Thursday, September 25, 2025

SMP Santa Maria Bandung: Tempat Belajar yang Hangat dan Berakar Kuat

 

Coba bayangin deh, sekolah SMP swasta Katolik di Bandung yang nggak cuma ngejar nilai bagus, tapi juga bener-bener bangun karakter anak-anak lewat nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Kristen. Itu dia SMP Santa Maria Bandung! Sekolah ini udah dapet akreditasi A dan lagi pakai Kurikulum Merdeka, yang bikin pelajaran lebih bebas—bisa disesuaikan sama konteks nyata dan bantu siswa berkembang dari segala sisi, nggak cuma pintar tapi juga matang secara holistik. Kepalanya sekarang Bu Christina Meliyana Wati, S.Pd., dan lokasinya strategis banget di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 273, Cihapit, Bandung Wetan. Mereka pindah ke situ tahun 1997, yang jadi titik balik buat nambah ruang dan perkuat peran sosial di tengah-tengah kota. Di bawah Yayasan Salib Suci, misi sekolah ini sederhana tapi dalam: ciptain anak muda yang cerdas sekaligus punya budi pekerti luhur. Dan ini keliatan banget dalam keseharian belajar dan kegiatan karakternya—bikin sekolah ini terasa seperti keluarga besar.


Ngomongin sejarahnya, perjalanan SMP Santa Maria ini penuh cerita menarik, dari ganti-ganti kepala sekolah sampe upgrade fasilitas yang selalu ngikutin perkembangan zaman. Sayangnya, nggak semua detailnya gampang dicari di internet atau catatan umum, tapi yang pasti, pindah lokasi dan daftar pemimpin dulu nunjukin betapa mereka serius tingkatkan kualitas. Sekolahnya buka Senin-Jumat, dengan fasilitas yang cukup oke buat belajar: sembilan kelas buat sembilan rombel (tiga kelas masing-masing buat 7, 8, dan 9), lab sains, perpustakaan, plus kamar mandi yang bersih. Tanahnya luas, jadi anak-anak punya space buat main atau kegiatan ekstrakurikuler. Cuma, satu kekurangan yang patut dipikirkan: internet di sekolah belum ada, padahal zaman sekarang, belajar online tuh krusial banget.



Dari orang-orangnya, komunitas di sini tuh kecil dan akrab, bikin interaksi guru-siswa lebih deket dan personal. Ada sekitar 243 siswa lagi sekolah di sini, dibantu 13 guru yang aktif, plus 9 staf buat urusan admin dan harian. Rasio yang nggak terlalu rame ini bikin guru bisa lebih perhatiin perkembangan tiap anak, baik dari sisi akademik maupun emosional. Kalau ada yang butuh bimbingan ekstra, langsung bisa dibantu secara intensif. Staf pendukungnya juga top, bantu jaga semuanya tetap smooth, termasuk program-program non-pelajaran yang bikin sekolah hidup.



Buat kegiatan di luar kelas, sekolah ini nyediain macem-macem ekstrakurikuler yang seru buat gali minat dan bakat siswa, sekaligus latih karakter dan kemampuan bergaul. Daftar lengkapnya sih nggak selalu dibikin detail di situs umum, tapi dari cerita alumni, pengalaman di sini tuh bener-bener berkesan: guru-guru yang all-out, suasana sekolah yang welcoming, dan ruang buat berkembang tanpa dipaksa-paksa. Soal prestasi, belum banyak info publik soal piala lomba daerah atau nasional, tapi jangan salah—mungkin cuma kurang di-highlight aja, prestasi pasti ada kok.


Nah, soal biaya, info resmi nyebutin biaya awal buat siswa baru: UGR sekitar Rp 7.500.000, US Rp 750.000, UPP Rp 790.000, dan ada potongan buat yang lewat jalur internal, saudara kandung, atau berprestasi. Tapi, total biaya keseluruhan dari kelas 7 sampe lulus (termasuk SPP bulanan, seragam, buku, acara khusus, dll.) belum ada breakdown lengkap yang gampang diakses. Kalau kamu lagi mikir buat daftarin anak, mending langsung chat atau telepon admin sekolah buat dapet detail terbaru dan hitung-hitungan totalnya.


Intinya, SMP Santa Maria Bandung ini pilihan yang pas buat orang tua yang pengen sekolah yang seimbang: kasih ilmu sekaligus tanamkan nilai-nilai baik. Lingkungannya nyaman dan personal, fasilitasnya mendukung, tapi masih bisa ditingkatkan soal transparansi—misalnya lebih banyak share prestasi, program andalan, dan rincian biaya. Kalau lagi cari SMP di Bandung yang bikin anak tumbuh bahagia, ini bisa jadi opsi yang bikin hati tenang!


KALO JKALIAN MAU TAU LEBIH LENGKAP, ADA DI WEB SEKOLAH YAAA GUYSSS......

MY SCHOOLLLL.....

DATA POKOK SEKOLAH

Revolusi Industri dan Modernisasi Teknologi: Bagaimana Ini Mengubah Kehidupan Kita

Bayangkan kalau dulu, hampir semua orang hidup dari bertani dan bekerja manual. Nah, Revolusi Industri datang seperti angin segar yang mengubah segalanya. Dengan mesin-mesin baru dan teknologi canggih, produksi jadi jauh lebih cepat dan efisien. Akibatnya, orang-orang mulai pindah ke kota-kota besar, mencari pekerjaan di pabrik, dan lahirnya lapangan kerja baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Cara hidup masyarakat pun berubah total: dari bergantung pada tanah ke ekonomi industri dan jasa. Tak hanya itu, pendidikan dan keterampilan orang makin meningkat, akses informasi lebih luas, dan mobilitas sosial—seperti naik kelas sosial—jadi lebih mungkin.

Sepanjang sejarah, setiap inovasi teknologi selalu membawa perubahan besar di masyarakat, ekonomi, dan budaya. Proses produksi yang dulu manual kini digantikan mesin, sehingga manusia bisa bekerja lebih pintar, efisien, dan cepat mencapai tujuannya. Kalau kita investasikan uang dan waktu untuk pendidikan serta pelatihan berkualitas, pintu kesempatan kerja bagus dan karir cemerlang akan terbuka lebar. Transformasi ini menciptakan dinamika baru dalam struktur sosial kita, termasuk cara kita berinteraksi sehari-hari.


 Digitalisasi dan Infrastruktur Digital: Fondasi untuk Pembangunan yang Ramah Masa Depan

Di zaman sekarang, digitalisasi dan infrastruktur digital seperti jalan tol tak terlihat yang menghubungkan segalanya. Mereka mempercepat akses informasi, membuat ekonomi lebih efisien, dan jadi pilar utama pembangunan berkelanjutan. Teknologi ini membantu kita mengelola sumber daya alam dengan lebih bijak, sambil mendorong inovasi di berbagai bidang. Komunikasi yang cepat dan global membuka peluang bagi UMKM untuk bersaing di pasar dunia, tanpa harus punya toko fisik raksasa.

Infrastruktur digital yang kuat memastikan semua orang punya akses yang adil, mengurangi jurang sosial, dan mendukung pendidikan serta kesehatan. Hasilnya? Ekonomi tumbuh lebih sehat dan merata. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan digital berkelanjutan adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan kemampuan adaptasi mereka. Ini saatnya kita beradaptasi, belajar hal baru, dan manfaatkan teknologi untuk masa depan yang lebih cerah. Akses informasi yang luas juga melahirkan komunitas online yang aktif membahas isu penting seperti keberlanjutan lingkungan, kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan solidaritas antarnegara.


 Kecerdasan Buatan, Big Data, dan Otomasi: Booster Produktivitas Ekonomi

AI, big data, dan otomasi seperti tim super yang bekerja tanpa lelah untuk meningkatkan produktivitas ekonomi. Mereka mengoptimalkan proses bisnis dan produksi, membuat semuanya lebih lancar. AI bisa menganalisis data rumit secara real-time, memberikan insight mendalam untuk keputusan yang tepat—bayangkan bos yang selalu tahu langkah terbaik! Big data mengumpulkan info dalam skala besar, mengungkap tren dan pola yang dulu tersembunyi. Sementara otomasi mengurangi kesalahan manusia, mempercepat produksi, dan memungkinkan bisnis berjalan 24/7.

Era ini penuh integrasi teknologi canggih seperti AI dan otomasi ke segala aspek kehidupan dan industri. Tapi, ada kekhawatiran juga: ini bisa jadi "bom waktu" yang menyebabkan PHK massal demi potong biaya dan tingkatkan efisiensi. Kita harus siap menghadapinya dengan bijak.



 Transformasi Ekonomi Digital: E-Commerce, Fintech, dan Ekonomi Kreatif

Ekonomi digital sedang merevolusi dunia melalui e-commerce, teknologi finansial (fintech), dan ekonomi kreatif. E-commerce bikin belanja jadi mudah, transaksi bisnis-konsumen bisa global tanpa batas. Fintech mendorong inklusi keuangan, sehingga orang yang dulu sulit akses bank kini bisa pinjam uang atau transfer dengan gampang via ponsel. Ekonomi kreatif pun meledak berkat digital: inovasi konten dan distribusi jadi lebih luas, menciptakan nilai tambah di ekonomi modern.

Di sektor jasa dan kreatif, revolusi digital lahirkan peluang baru seperti ekonomi gig dan freelance. Dengan skill yang terasah, pegiat kreatif dan masyarakat kelas bawah bisa untung besar dari dunia digital.


 Smart City, Konektivitas Global, dan Kolaborasi Digital: Menuju Efisiensi dan Inklusi


Konsep smart city adalah cerminan bagaimana teknologi modernisasi ubah sosial dan ekonomi kita. Kota pintar ini integrasikan tech untuk tingkatkan kualitas hidup, dari lalu lintas pintar hingga pengelolaan sampah otomatis. Konektivitas global bikin info mengalir cepat dan merata, sehingga semua komunitas bisa ikut serta. Kolaborasi digital jadi kunci: pemerintah, bisnis, dan masyarakat bekerja sama ciptakan solusi inovatif.

Seperti yang dikatakan Tan & Taeihagh (2020), smart city tawarkan jawaban cerdas untuk tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kota-kota besar. Ini mendorong efisiensi dan inklusi sosial yang lebih baik.


 Adaptasi Teknologi, Pendidikan, dan Kompetensi Digital: Pemberdayaan Masyarakat dan Budaya Kerja Baru

Adaptasi teknologi adalah kunci utama untuk memberdayakan masyarakat. Pendidikan punya peran besar di sini, dengan fokus tingkatkan kompetensi digital agar orang siap hadapi perubahan ekonomi. Literasi teknologi buka peluang kerja lebih luas di dunia yang terus berubah. Dengan skill digital kuat, kita bisa adopsi budaya kerja yang efisien dan inovatif, dukung transformasi sosial serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tapi, suksesnya tergantung infrastruktur dan literasi digital masyarakat. Smart society ciptakan ekosistem di mana orang produktif dengan pengetahuan digital tinggi. Tenaga kerja usia produktif harus paham dan dalami teknologi baru. Tantangan utamanya? Adaptasi tech, penuhi kebutuhan skill digital, dan bangun budaya kerja inklusif yang dorong inovasi. Ini juga picu kolaborasi dan daya saing yang lebih tinggi.


Mengatasi Kesenjangan Digital di Era Modernisasi Teknologi

Kesenjangan digital harus diatasi bareng-bareng oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat. Langkah pertama: sediakan internet merata dan murah di mana-mana. Pendidikan digital perlu ditingkatkan supaya semua lapisan punya skill untuk ikut ekonomi digital. Program pelatihan untuk kelompok rentan dan inisiatif inovasi lokal bisa buka peluang baru, pastikan tak ada yang tertinggal dari kemajuan tech.

Akses internet kini vital, bahkan tentukan kelangsungan pendidikan di banyak negara. Kita harus bangun kemampuan individu, institusi, dan kebijakan yang solid agar transformasi digital lancar. Investasi di pendidikan dan pelatihan relevan adalah kunci supaya tenaga kerja siap tantang dan ambil peluang.



 Peran Teknologi Informasi dalam Pembangunan Berkelanjutan

Teknologi informasi (TI) dukung pembangunan berkelanjutan dengan tingkatkan efisiensi dan akses info. Ia bantu kelola sumber daya lebih baik, fasilitasi komunikasi global, dan percepat inovasi di energi, pertanian, kesehatan. Data real-time dan analisis canggih bantu rumuskan kebijakan efektif hadapi isu lingkungan dan sosial. TI juga tingkatkan inklusi, beri akses pendidikan dan ekonomi ke komunitas terpencil.

TIK telah ubah banyak aspek kehidupan manusia. Di masa pandemi COVID-19, SDM unggul—fisik dan mental—jadi kunci daya saing dan dukung pembangunan negara via kegiatan online. Sistem perencanaan berbasis data, evidence-based policy, dan TI tingkatkan efisiensi serta transparansi tata kelola pemerintahan.


 Inovasi Teknologi: Kunci Pengembangan Ekonomi Kreatif

Inovasi tech buka pintu lebar untuk ekonomi kreatif, dorong kreativitas dan ekspresi. Tech modern bantu industri ciptakan produk inovatif, percepat produksi, dan potong biaya. Platform digital fasilitasi kolaborasi lintas batas, perluas pasar global untuk usaha kreatif. AI dan analisis data beri insight tren pasar, bantu bisnis adaptasi dan penuhi kebutuhan konsumen dengan tepat.


 Perubahan Pola Konsumsi dan Dampaknya pada Transformasi Sosial

Teknologi modern ubah pola konsumsi kita, bawa transformasi sosial besar. Kini, kita lebih suka produk digital dan layanan tech-based. E-commerce dan info mudah bikin penuhi kebutuhan jadi efisien. Gaya hidup bergeser ke yang praktis dan cepat. Norma sosial ikut berubah: interaksi virtual gantikan tatap muka, komunitas online dorong tukar ide dan budaya global.

Modernisasi adalah proses berkelanjutan yang ubah sosial terus-menerus. Norma kerja kantor diganti remote working dan work-life balance; belanja dari toko langsung ke online; bahkan nilai keluarga dan pertemanan terdampak komunikasi cepat tapi kadang dangkal.


Kewirausahaan Digital: Peluang Ekonomi di Era Digitalisasi


Kewirausahaan digital tawarkan peluang ekonomi besar dengan manfaatkan internet dan tech untuk bisnis baru. Inovasi di e-commerce, app, dan layanan online bikin akses pasar global mudah. Ini tingkatkan produktivitas, potong biaya, dan ciptakan model bisnis segar. Dengan alat digital dan info luas, individu bisa ubah ide kreatif jadi usaha berkelanjutan, dorong pertumbuhan ekonomi. Perubahan ini, seperti kemampuan pakai ilmu modern untuk penemuan baru, bisa turunkan biaya produksi secara signifikan.



 Pengembangan Kompetensi Digital: Tingkatkan Daya Saing SDM

Kompetensi digital krusial untuk daya saing SDM di era modern. Manfaatkan tech untuk akses pelatihan online, kursus skill digital, dan sertifikasi. Ini bantu pekerja kuasai alat terbaru, tingkatkan efisiensi, dan adaptasi pasar kerja cepat. Kolaborasi pendidikan, pemerintah, industri percepat pembelajaran digital, pastikan tenaga kerja siap tantang global.

Disrupsi digital ubah tren pekerjaan, jadi perlu cepat cetak SDM kompetitif dengan literasi digital agar bisnis adaptasi. Ini ciptakan peluang bagi pekerja yang siap tingkatkan skill teknis dan analitis.


 Teknologi Finansial (Fintech): Perluas Inklusi Sosial dan Ekonomi

Fintech perluas inklusi dengan akses mudah ke layanan keuangan. Orang tanpa bank tradisional kini bisa transaksi, nabung, atau kredit via digital—cepat dan efisien. Fintech bantu UMKM akses modal fleksibel dan murah, tingkatkan pertumbuhan ekonomi dan kurangi kesenjangan sosial.


Otomasi dan Dampaknya pada Transformasi Budaya Kerja

Otomasi ubah budaya kerja jadi lebih efisien dan produktif. Tugas rutin yang dulu manual kini ditangani mesin, kurangi kebutuhan tenaga fisik. Ini geser skill dibutuhkan: dari fisik ke pengelolaan tech. Karyawan harus adaptasi skill baru untuk tetap relevan.

AI dan otomasi gantikan tugas rutin, turunkan ketergantungan tenaga manusia di kerja fisik yang melelahkan. Pekerja yang tingkatkan skill tech dan data akan lebih kuat di pasar kerja. Perusahaan pun bisa produksi lebih cepat dan murah.


Kolaborasi Digital: Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat Dukung Smart City

Kolaborasi digital antar pemerintah, swasta, dan masyarakat adalah jantung smart city. Pemerintah sediakan infrastruktur dan aturan, swasta bawa inovasi dan investasi, masyarakat beri feedback sebagai pengguna. Sinergi ini tingkatkan layanan publik seperti transportasi dan energi. Dengan data efektif, smart city ciptakan lingkungan berkelanjutan dan terhubung, tingkatkan kualitas hidup.

Pemanfaatan TI untuk smart city butuh kolaborasi ketiga pihak. Koordinasi ini perlu agar program beri manfaat luas. Di Makassar, misalnya, kolaborasi ini pastikan smart city efektif dan merata.


 Pemberdayaan Masyarakat via Akses Infrastruktur dan Tech Digital

Akses infrastruktur dan tech digital adalah kunci kurangi kesenjangan sosial-ekonomi. Dengan internet dan perangkat luas, komunitas lokal tingkatkan skill, ciptakan bisnis baru, dan ikut ekonomi digital. Pemerintah-swasta pastikan infrastruktur memadai dan murah. Pelatihan digital tingkatkan agar masyarakat manfaatkan tech efektif, dorong inklusi dan kesejahteraan.

Di masyarakat digital, info dan algoritma tentukan posisi sosial dan kekuasaan. Lebih dari itu, bangun infrastruktur digital tingkatkan kemudahan, efektivitas, dan efisiensi kegiatan ekonomi. Dorong konten edukatif dengan regulasi mudah dan stimulus untuk startup agar terus berkarya.


 Konektivitas Global: Penentu Transformasi Ekonomi dan Sosial

Konektivitas global vital ubah ekonomi dan sosial dengan akses info serta komunikasi lintas batas. Internet dan digital fasilitasi kolaborasi internasional, dorong inovasi, dan perluas pasar. Ini percepat tukar budaya dan pengetahuan, kurangi kesenjangan antarnegara. Transaksi dan interaksi virtual dukung inklusi ekonomi, bantu komunitas terpencil ikut ekonomi global.


Teknologi Informasi: Definisi, Fungsi, Manfaat, dan Tantangannya!

Teknologi sebagai Penggerak Perubahan dan Kemajuan Sosial

Jaringan Komputer dan Internet: Fondasi Dunia Digital Kita

Eh, temen-temen, lo pernah nggak mikir gimana sih hidup kita sekarang ini tanpa jaringan komputer dan internet? Gue bangun pagi, langsung bu...